Rabu, 30 Mei 2012

Is there still a pluralism in our heart? Indonesia sejatinya adalah negara yang memiliki tiga pilar kekuatan utama untuk menopang kestabila bangsa. Kaum Nasionalis, agama, dan komunis. dalam hal ini kaum komunis Indonesia sudah lama diberangus sejak kepemimpinan Soeharto yang sangat anti terhadap komunis dan sangat pro terhadap kekuatan barat. Tanpa menegasikan semua unsur budaya di Indonesia, sebenarnya beberapa ciri komunis di Indonesia masih tetap hidup di Indonesia meski sudah lama berusaha dihilangkan dari atas bumi Indonesia. mengalami ketidakseimbangan seiring kejatuhan kekuatan komunis, Indonesia belakangan kian menjadi sebuah negara dengan kedigdayaan muslim, yang menurut saya berusaha menyingkirkan kaum nasionalis dan menjadi tonggak pilar utama di Indonesia. keradikalan ormas ormas Islam ini seakan ingin membuktikan bahwa mereka layak dipandang menjadi sebuah kekuatan besar yang tidak memilii lawan dan kebal terhadap hukum. sebut saja FPI yang kian hari kian beringas dalam melakukan semua aksinya. bukankah negara ini negara hukum? lantas mengapa terhadap ormas yang satu ini seakan kita menjadi negara yang lawless. aneh bukan? apa yang yterjadi seiolah direstui oleh pemerintah, namun apa rakyat Indonesia tidak memiliki lagi rasa persatuan sehingga saat ini seakan semua perbuatan mereka diamini oleh bangsa. mari berfikir sejenak tidakkah kita sudah kehilangan jati diri kita sebagai bangsa yang plural?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar